Kuintip keluar rumah lewat jendela kamar terlihat awan mendung yang seakan mau runtuh karena tidak kuat menahan beban berat segitu banyaknya. Beberapa menit kemudian udara tiba - tiba mulai terasa segar, ternyata telah turun hujan. Tiba - tiba aku memikirkanmu saat turun hujan, tiba - tiba perasaan itu mulai muncul, rasanya seperti ada sedikit beban yang sengaja dijatuhkan di dada. Sesak!
Sebenarnya aku sadar tentang apa yang telah terjadi pada kita, aku dan kamu. Hubungan kita telah kandas, entah sudah berapa bulan lamanya dan bahkan aku sudah mulai lupa kapan tepatnya kejadian itu. Tapi apa yang terjadi saat ini, kita kembali dekat seperti tidak pernah terjadi apa - apa sebelumnya. Beberapa kali ingin kutanyakan sebenarnya ini cinta ataukah permainan, mengapa dengan begitu mudahnya kau pergi dan begitu mudahnya juga kau kembali ketika kau sadar dia hanya mempermainkanmu.
Entah sudah berapa "sekali lagi kau begini, aku pergi!" yang kulanggar. Dan, aku masih di sini, memaafkanmu berkali - kali
- @dwitasaridwita -
Dulu ketakutanmu adalah ketika air mataku menetes dipipi karenamu, tapi tidak lagi saat ini. Saat rasa sakit itu mulai menyapa, sekarang aku sudah terlatih untuk menyembunyikan sedih dan sakitku sendiri. Iya, aku tak ingin terlihat lemah dihadapanmu. Entah aku yang terlalu cinta atau aku yang terlalu bodoh terhadapmu, aku juga tidak tau.
Bahkan sampai saat ini aku tak ingin membahas tentang kamu yang salah atau sejenisnya. Karena aku juga tau bahwa pastinya aku juga pernah melakukan kesalahan yang sama tanpa aku sadari. Bukan penjelasan siapa yang salah atau siapa yang benar saat ini yang terpenting dalam hidupku, yang aku mau hanya tolong bebaskan aku dari rasa takut ini. Karena saat ini yang bisa kulakukan hanyalah diam, aku tak mampu melangkah, tapi aku juga tak ingin mundur. Alasannya hanyalah KAMU!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Komengnya buuu