Terimakasih sudah melihatku

Tik.. tik.. tik . . .  terdengar suara jam tangan milikku yang kupakai di pergelangan tangan kiriku. Entah mengapa hari ini ruangan kerjaku terasa sangat sepi, sehingga aku bisa mendengan suara detikan jam tangan ini. Ada tiga wanita diruangan administrasi ini, aku, mbak Devi dan mbak Sheldy.
tetapi ketiganya sedang sibuk dengan tugasnya masing - masing. Bergelut dengan beberapa tumpukan kertas yang membuatku cukup pusing dengan semua pekerjaan ini.

Oh.. mungkin aku butuh sedikit pijatan lembut di kepala oleh mbak - mbak salon yang cantik untuk meringankan semua kepenatan. oh.. tidak, mungkin aku cuma butuh bertemu denganmu mas, aku rasa itu adalah pilihan yang tepat saat ini.

Kau tau aku sedang tertawa kecil saat ini sambil membanyangkan apa yang akan aku lakukan jika bertemu denganmu hari ini. Bahkan jari - jariku terhenti sesaat ketika aku mulai dengan lancar menekan - nekan beberapa tombol keyboard hitamku karena bayanganmu terlintas sejenak di pikiranku. Hemm... dasar kau lelaki yang nakal dan tidak peka.

Hey kau lelaki yang tidak peka, kenapa baru sekarang  kau merasakan kehadiranku, memikirkan tentangku. Kemana saja kamu beberapa tahun lalu. Ketika aku mencuri - curi pandang kearahmu yang sedang serius dengan laptop hitam milikmu, taukah kau betapa hinanya aku yang sering menguping candaanmu dengan teman - temanmu lalu tersenyum sendiri tanpa berani melihat kearah kalian yang sedang seru dengan pembahasan yang tak jelas arahnya.

Pernahkah kau terpikirkan betapa bodohnya aku yang dengan lancangnya memikirkan perasaanmu ketika aku mengajak teman lelakiku ke ruangan tempat biasa kita berkumpul di Sarwakirti. Sedangkan saat itu aku tau kau bahkan tidak pernah melihat kedalam hatiku, sedangkan aku sudah terbang jauh bersama angan - angaku tentangmu. Ah... kamu memang nakal. :*

1 komentar:

  1. Iya udah tinggalin aja kalo cuman ngasih PHP, emang laki cuman dia doank..., :p

    BalasHapus

Monggo Komengnya buuu