Jika kamu hanya memandang sebuah keindahan maka setelah itu boleh kamu pejamkan mata itu untuk tidak memandang
lagi. Namun hatiku…. Bagaimana kamu bisa menutupi bayangnya jika ia telah menjadi artefak dan relief pada hatimu yang
mencadas.
Jika kamu mendengar desah nafas cinta. Telinga boleh kamu tutupi untuk menghindarinya. Tapi, bagaimana dengan jiwa ini jika kamu bekam rindunya. Dan jikan kamu bisa merasakan dan mencium kelopak asmara. Lalu bagaimana kamu bisa membungkus diri dari rasa yang
terus membawamu pada langit dan bayangan yang jauh dan dalam dari dasar
batinmu?
Karna cinta datang bersama asasinya yang merdeka, ia datang dengan kekuatan yang luar biasa. Inilah salah satu kuasa TUHAN yang tak bisa terbaca oleh manusia, mungkin aku bisa menyebutnya dengan rahasia dari segalla rahasia.
Taukah kamu di kegelapan malam jari jariku meraba dinding sepi, dalam diam kupejamkan mata. Ku tautkan tangan dalam doa saat ragu menyelimuti sudut hati tentang tulusnya kasih sayang yang kau punya.
Aku pun mengerti…. Belum kering luka yang dulu ada. Bila saatnya nanti putik luka telah luruh dalam hatimu. Banyak hari yang telah kita lewati bersama, dan ada setumpuk cerita manis disana.
Salahkah aku jika merindukanmu saat ini ?
Dari Si Ongis~
Dari Si Ongis~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Komengnya buuu