Aku Tau Karena Aku Pernah


Aku masih melakukan hal yang sama seperti tiga jam yang lalu bersama alunan lagu - lagu taylor swift dari laptop hitamku saat handphoneku bergetar oleh SMSmu yang menanyakan apa yang sedang aku kerjakan. Mungkin jika aku mau menghitung berapa banyak kau tanyakan tentang apa yang sedang aku lakukan lewat SMS itu mungkin aku akan membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat karena terlalu banyak dan terlalu sering pertanyaan itu aku dapatkan.

Taukah kamu sesekali aku merasa kau sangat perhatian dan aku suka. Sesekali aku merasa kau benar - benar menyukaiku dari beberapa kali bahkan sekarang mulai sering muncul kata - kata k-a-n-g-e-n yang aku baca dari SMSmu yang telah kuterima. Sesekali pula aku tertawa geli dengan sikap GR-ku itu sendiri. Tenang.. aku masih sadar atas apa yang aku pikirkan kok :)


Jangan kira aku akan terbuai dengan gombalan yang kau utarakan, karena aku tau. Jangan kira kata - kata kangen itu akan meruntuhkan hatiku, karena aku paham. Jangan kira aku tak bisa membaca pikiranmu, membaca hatimu, menejermahkan sikap dan tingkahmu. 

Heyy.. tapi jangan berfikir aku adalah seorang gadis yang memiliki indra ke enam atau aku adalah vampir yang bersal dari keluarga Cullen sehingga aku bisa membaca pikiranmu. Tidak sayang, aku tau karena aku pernah merasakannya juga. Kamu bukanlah satu - satunya orang yang pernah merasakan patah hati, jangan beranggapan luka dari patah hati milikmulah yang paling sakit. Masih banyak orang yang pernah merasakan sakit yang lebih lebih lebih darimu dan mereka baik - baik saja saat ini, tegar dan kuat. Aku yakin kau bisa seperti mereka jank.

Ditinggalkan ketika lagi cinta - cintanya itu emang sakit, sakit banget malah. Tapi apa kamu bakal seperti ini terus? bersedih, menyendiri, terpuruk.
Hey bung, Sadarlah.. hidup kita nggak sesingkat itu, buka matamu lebar - lebar masih banyak warna - warni dunia diluar sana. masih banyak keceriaan dan kebahagiaan diluar sana yang belum pernah kau temui. Yakinkanlah dirimu bahwa dia bukanlah satu - satunya sumber kebahagiaan dari hidupmu. Dia aja bisa bahagia walau tanpa kamu, lalu bagaimana denganmu?


Ada waktunya yang harus pergi pasti pergi, walau kau tahan, walau kau perjuangkan; dia takkan lagi tinggal bersamamu.
Untuk apa kau pertahankan dia yang tak mencintaimu? kau tak akan bahagia, meskipun dia selalu bersamamu.
-@dwitasaridwita-

Sudahlah, sekarang sudah watunya untukmu membuka lebar - lebar pintu itu, pintu yang selama ini membiarkanmu dalam kegelapan, pintu yang hanya kamu sendiri yang bisa membukanya, buka dan keluarlah...

Buanglah apa yang menurutmu harus dibuang..
Kenanglah apa yang menurutmu memang dapat dikenang....
Simpan dan genggamlah erat apa yang menurutmu memang harus kau simpan...
Dan biarlah garis melengkung kebawah itu tetap berada diwajahmu, karena kamu lebih pantas bila tersenyum. :)

~ipus~

2 komentar:

  1. cie cie..., wkwkwkw.....! Keep blogging. aku suka gaya bahasa dan gaya penulisannya.

    BalasHapus

Monggo Komengnya buuu